Analisis Rasio Keuangan: Pengertian, Jenis, Tujuan & Keunggulannya

Analisis Rasio Keuangan merupakan metode yang dapat digunakan untuk melakukan analisis atas laporan keuangan yaitu dapat menganalisis rasio. Pada umumnya perhitungan dalam data kuantitatif adalah neraca atau laporan laba rugi.

Apakah Anda sering mendengar istilah rasio terhadap keuangan? Pembahasan kali ini akan menjelaskan tentang analisis rasio keuangan. Yuukk.. Simak penjelasan selanjutnya sebagai berikut.

Pengertian Rasio Keuangan

Analisis Rasio Keuangan

Rasio Keuangan merupakan indikator yang dapat digunakan untuk menganalisis penyebab masalah secara rinci.Ukuran keuangan sangat berguna untuk menganalisis hubungan matematis antara jumlah yang berbeda dalam hal tarif, persentase (%), atau proporsi yang sangat sederhana.

Analisis dalam peluang adalah metode untuk menafsirkan dan menghitung dalam ukuran keuangan untuk menilai kinerja dan status bisnis. Oleh karena itu, analisis harus dapat menyesuaikan faktor-faktor yang ada selama waktu atau periode dengan faktor-faktor masa depan yang dapat mempengaruhi suatu posisi dalam hasil keuangan atau operasi entitas.

Setidaknya tiga derajat harus digunakan untuk analisis keuangan, termasuk:

  • Laporan laba rugi.
  • Laporan arus kas.
  • Neraca keuangan.

Berbagai Jenis Rasio Keuangan

Berikut ini uraian mengenai jenis-jenis ukuran keuangan menurut Rahardjo (2007:104) yang dapat merinci keuangan perusahaan menjadi lima kelompok, yaitu:

  • Probability atau Rasio Profitabilitas dapat menunjukkan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan aset atau penjual.
  • Rasio Laverage atau Solvabilitas adalah kemampuan atau kemampuan suatu bisnis untuk memenuhi kewajiban jangka panjang dan jangka pendeknya.
  • Activity Ratio atau Rasio Aktivitas adalah suatu tindakan yang dapat menunjukkan tingkat keefektifan ketika menggunakan aktivitas atau aset.
  • Rasio Likuiditas atau Liquidity Ratio adalah suatu tindakan yang dapat menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban dalam jangka pendek.
  • Rasio Investasi atau Rasio Investasi adalah tindakan yang dapat ditunjukkan dalam tindakan investasi melalui surat berharga seperti saham dan komitmen.
Baca Juga :  Akuntansi Pemerintahan: Pengertian, Karakteristik & Perananannya

Tujuan dari Analisis Rasio Keuangan

Tujuan dari langkah-langkah keuangan adalah sebagai berikut:

  • Efektivitas manajemen dalam memperoleh laba operasi dari aset perusahaan.
  • Kembali pada pemegang saham biasa.
  • Total likuiditas perusahaan.
  • Ada dana sebagai perusahaan.

Masing-masing pihak memiliki tujuan yang berbeda dalam mempertimbangkan analisis rasio. Tentunya bagi kreditur, khususnya bank yang memberikan pinjaman dalam jangka pendek, perhatian difokuskan pada posisi likuiditasnya.

Hal ini disebabkan sejauh mana perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo.

Keunggulan Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio memiliki keunggulan yang dapat dibandingkan dengan teknik analisis lainnya. Ada kelebihannya adalah sebagai berikut:

  • Ini adalah pengganti yang lebih sederhana dan informasi yang terkandung dalam laporan keuangan sangat kompleks dan terperinci.
  • Dapat mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain.
  • Lebih mudah untuk menemukan tren perusahaan dan membuat prediksi untuk masa depan.
  • Standarisasi dalam ukuran sebuah perusahaan.
  • Lebih mudah untuk membandingkan satu perusahaan dengan yang lain atau melacak kemajuan perusahaan secara teratur atau “Seri Waktu”.
  • Rasio adalah ringkasan statistik atau angka yang lebih mudah untuk ditafsirkan dan dibaca.
  • Sangat berguna untuk melengkapi model prediksi dan model keputusan.

Dalam analisis ini, dapat digunakan untuk melakukan analisis atas laporan keuangan, menghitung data dalam neraca kuantitatif atau laporan laba rugi.

Kekurangan Analisis Rasio Keuangan

Dalam teknik ini, ada beberapa batasan yang harus disadari dalam penggunaannya agar tidak salah dalam penggunaannya, yaitu:

  • Pembatasan yang termasuk dalam pembukuan atau dalam rekening tahunan juga terbatas pada teknik tersebut.
  • Kedua perusahaan yang dibandingkan mungkin tidak memiliki kebijakan dan standar akuntansi yang sama. Oleh karena itu, perbandingan dapat dilakukan untuk menghasilkan kesalahan.
  • Bahan untuk langkah-langkah perhitungan atau laporan keuangan yang mengandung banyak perkiraan dan pertimbangan yang dapat dinilai atau bersifat subjektif.
  • Jika tidak ada data yang tersedia untuk menghitung rasio, sulit untuk menghitung rasio.
  • Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya.
  • Nilai yang dicantumkan dalam laporan keuangan dan kuota adalah biaya (cost) dan bukan harga pasar.
  • Klasifikasi dalam laporan keuangan dapat mempengaruhi metrik.
  • Metode akuntansi yang disajikan dalam standar akuntansi dapat diterapkan secara berbeda oleh perusahaan yang berbeda.
  • Sulit jika data yang sudah tersedia tidak sinkron.
Baca Juga :  Analisis Perilaku Biaya Dalam Operasional Entitas: Pengertian & Macam

Baca Juga :

Sekian pembahasan kali ini yang dapat kami sampaikan yaitu mengenai Analisis Rasio Keuangan. Semoga penjelasan kami dapat bermanfaat dan bermanfaat untuk anda.

About the Author: Susi Suantika

/* */