Pengertian Audit Sistem Informasi Menurut Para Ahli – Tahap & Tujuan

Audit Sistem Informasi merupakan pengumpulan dan evaluasi bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, menjaga integritas data, meningkatkan kinerja perusahaan.

Sumber daya informasi perusahaan seperti perangkat keras, personel, perangkat lunak, dan data harus dikelola dengan sistem pengendalian internal yang baik untuk mencegah penggunaan sumber daya perusahaan.

Pada pembahasan kali ini akan kami sampaikan secara lengkap dan jelas Audit Sistem Informasi.

Pengertian Audit Sistem Informasi Secara Umum

Audit Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta untuk memutuskan apakah sistem komputer yang berguna bagi perusahaan dilindungi dan integritas data sejalan dengan tujuan organisasi untuk efisiensi dan efisiensi dipertahankan ketika sumber daya digunakan.

Pengertian Audit Sistem Informasi Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi dalam audit Sistem Informasi menurut para ahli, antara lain:

  • Menurut Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke: “Audit Sistem Informasi adalah evaluasi dan pengumpulan bukti untuk menentukan tingkat kesesuaian antara kriteria dan kriteria yang ditentukan“. Artinya evaluasi dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria tertentu untuk menentukan tingkat kinerja yang ingin dicapai.”
  • Menurut Ron Weber:Sistem informasi audit adalah pengumpulan dan evaluasi bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, meningkatkan kinerja perusahaan, dan menggunakan sumber daya secara efektif“.
Baca Juga :  Pengertian Reboisasi

Tahapan dalam Proses Audit Sistem Informasi

Pada tahap ini, yang dapat dilakukan dalam berbagai tahap. Tahap ujian terdiri dari 5 tahap, yaitu:

1. Tahap Pemeriksaan Pendahuluan

Sebelum menentukan jenis dan ruang lingkup pengujian yang akan dilakukan, auditor harus mengetahui bisnis auditor (kebijakan, struktur organisasi, dan praktik). Setelah itu, analisis risiko audit menjadi bagian yang sangat penting. Ini termasuk review pengendalian internal.

Pada fase ini, auditor juga mengenali permintaan penting dan ingin mengetahui kontrol atas transaksi yang diproses dengan permintaan tersebut. Pada titik ini, auditor dapat memutuskan apakah akan melanjutkan ujian atau mundur dari ujian.

2. Tahap Inspeksi Rinci

Pada tahap ini, audit ingin memperoleh lebih banyak informasi untuk memahami pengendalian yang diterapkan pada sistem komputer klien.

Auditor harus dapat menentukan apakah hasil audit harus menjadi dasar untuk menilai keandalan struktur pengendalian internal yang berlaku. Kekuatan pengendalian menjadi dasar bagi auditor untuk menentukan langkah selanjutnya.

3. Tahap Pengujian Kebenaran Pembuktian

Tujuan dari tahap pengujian adalah untuk memberikan bukti yang cukup. Pada titik ini tes berikut sedang dilakukan (Davis at.all. 1981):

  • Identifikasi kesalahan dengan pemrosesan data.
  • Evaluasi kualitas data.
  • Identifikasi adanya ketidakseimbangan pada data.
  • Dapat membandingkan dengan data perhitungan fisik.
  • Konfirmasi data terhadap sumber dari luar perusahaan.

4. Tahap Pengujian Kesesuaian

Pada fase ini dilakukan saldo akun dan saldo transaksi. Informasi yang digunakan ada dalam file data, yang biasanya diakses menggunakan software CAATT.

Pendekatan database menggunakan CAATT dan pengujian ekstensif untuk memeriksa integritas data. Dengan kata lain, CAATT digunakan untuk mengambil data untuk menentukan integritas dan keandalan data itu sendiri.

5. Tahap Penilaian Umum Hasil Tes

Pada titik ini, auditor mengharapkan penilaian apakah bukti yang diterima dapat mendukung informasi yang diaudit atau tidak. Hasil penilaian menjadi dasar audit atas laporan auditor atas laporan audit. Auditor harus memasukkan hasil proses ke dalam pendekatan berorientasi audit mereka.

Baca Juga :  Pengertian Seni Kontemporer

Audit mencakup struktur pengendalian internal yang ditentukan oleh perusahaan.

Tujuan audit sistem informasi

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari sistem informasi, yaitu:

1. Perlindungan aset

Sumber daya informasi perusahaan seperti perangkat keras, personel, perangkat lunak, dan data harus dikelola dengan sistem pengendalian internal yang baik untuk mencegah penggunaan sumber daya perusahaan.

2. Efektivitas Sistem

Efektivitas sistem informasi perusahaan memegang peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif apabila sistem informasi tersebut dirancang dengan baik (untuk melakukan hal yang benar) sesuai dengan kebutuhan pemakai.

Informasi yang dibutuhkan oleh manajer terorganisasi dengan baik.

3. Ketersediaan

Hal ini berkaitan dengan ketersediaan dukungan atau layanan TI. TI harus dapat terus mendukung proses bisnis kegiatan perusahaan. Gangguan yang lebih sering (kelemahan sistem), yang berarti ketersediaan sistem yang lebih rendah.

4. Efisiensi Sistem

Efisiensi menjadi sangat penting ketika kapasitas sumber daya terbatas. Ketika beban kerja sistem aplikasi komputer hampir habis, manajemen harus menilai apakah sistem tersebut cukup efisien atau perlu menambah sumber dayanya.

Karena sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan pengguna dengan sumber daya informasi yang minimal. Cara kerja sistem (bekerja dengan baik).

5. Kerahasiaan

Fokusnya adalah melindungi informasi dan mencegah akses yang tidak sah.

6. Menjaga Integritas Data

Integritas data adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data memiliki sifat seperti akurasi. Kekhawatiran tentang kesesuaian dan akurasi untuk manajemen dengan proses pelaporan, organisasi, dan tanggung jawab.

Baca Juga :

Baca Juga :  Pengertian Pelapukan

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yaitu mengenai Audit Sistem Informasi. Semoga ulasan ini, dapat bermanfaat dan bermanfaat bagi Anda semua.

About the Author: Susi Suantika

/* */