Apa itu Destilasi? Berikut Prinsip, Jenis, Tujuan dan Contohnya

Haii Teman-Teman kembali lagi dengan kami blog.malavida.co.id yang akan membahas tentang Destilasi, Baca penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Destilasi

Apa itu Destilasi

Pengertian Distilasi adalah salah satu metode penyulingan yang telah digunakan untuk memisahkan bahan kimia berdasarkan kemudahan penguapan atau disebut juga volatilitas bahan dan perbedaan kecepatan.

Dalam destilasi, suatu campuran zat dipanaskan sehingga dapat menguap dan uapnya kemudian dipanaskan kembali hingga membentuk cairan. Zat yang sudah memiliki titik panas lebih rendah akan membentuk penguapan lebih cepat dari sebelumnya.

Baca Juga : Pengertian Lengkap Mengenai Koperasi

Prinsip Kerja Destilasi

Prinsip kerja destilasi adalah suatu zat dalam larutan yang tidak sama menguap berarti uap dalam larutan akan memiliki komponen yang berbeda dari larutan aslinya. Misalnya, salah satu zat menguap, artinya pemisahan terjadi secara sempurna.

Namun jika kedua zat tersebut menguap, maka proses pemisahan hanya akan terjadi sebagian saja tetapi destilat atau produk akan lebih kaya pengaruhnya terhadap komponen-komponen yang telah dibandingkan dengan larutan aslinya.

Mengenal Macam – Macam Distilasi

1. Distilasi Sederhana

Pada distilasi sederhana dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen yang mudah menguap. Ketika campuran dipanaskan, komponen dengan titik didih lebih rendah menguap terlebih dahulu.

Selain perbedaan volatilitas, perbedaan titik didih, yaitu kecenderungan suatu zat menjadi gas. Distilasi akan dilakukan pada tekanan atmosfer. Destilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran alkohol dan air.

2. Distilasi Fraksinasi

Fraksinasi adalah penyulingan yang berfungsi untuk memisahkan molekul-molekul cair antara dua atau lebih cairan/larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi juga berfungsi sebagai campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 °C dan kemudian beroperasi pada tekanan atmosfer atau pada tekanan rendah.

Penerapan distilasi varian ini digunakan dalam industri minyak mentah, sebagai pemisah komponen-komponen yang ada dalam minyak mentah.

Perbedaan antara distilasi fraksional dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksinasi. Pada kolom fraksinasi terjadi pemanasan alami, secara bertahap dengan temperatur yang berbeda pada masing-masing pelat.

Pemanasan yang berbeda, bertujuan untuk memurnikan destilat yang jumlahnya lebih banyak dari pelat di bawahnya. Semakin tinggi Anda pergi, semakin sedikit volatilitas cairan tersebut.

3. Distilasi Uap

Destilasi uap digunakan pada campuran senyawa yang titik didihnya mencapai 200 °C/lebih. Distilasi uap menguapkan senyawa-senyawa ini ke suhu mendekati 100 °C di bawah tekanan atmosfer menggunakan air mendidih atau uap.

Sifat utama dari destilasi uap adalah mampu mendistilasi campuran senyawa di bawah titik didih masing-masing senyawa yang dicampur. Selain itu, distilasi uap juga dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air pada semua suhu, tetapi dapat disuling dengan air.

Aplikasi destilasi uap adalah untuk dapat mengekstraksi beberapa produk alam seperti, minyak jeruk dari jeruk atau jeruk, minyak kayu putih dari kayu putih dan ekstraksi berbagai minyak wangi tanaman.

Campuran akan dipanaskan melebihi uap air yang mengalir ke dalam campuran kemudian ditambah dengan pemanasan. Uap dari campuran akan naik menuju kondensor dan akhirnya masuk ke labu destilat.

4. Distilasi Vakum

Destilasi vakum digunakan bila hanya senyawa yang akan didistilasi tidak stabil, artinya dapat terurai sebelum atau mendekati titik didihnya, yaitu campuran yang memiliki titik didih di atas 150 °C.

Metode distilasi di Indonesia tidak dapat digunakan pada pelarut dengan titik didih rendah jika kondensornya menggunakan air dingin, karena komponen yang mudah menguap tidak dapat dikondensasikan dengan air.

Untuk mengurangi tekanan yang digunakan oleh aspirator atau pompa air. Aspirator memiliki fungsi sebagai pengurang tekanan pada sistem distilasi ini.

Tujuan Distilasi

Tujuan penyulingan adalah untuk memurnikan zat cair pada titik didihnya dan untuk memisahkan zat cair dari zat padat. Uap yang dikeluarkan dari campuran adalah uap bebas.

Konsentrat jatuh sebagai distilat dan bagian cair yang tidak menguap sebagai residu. Jika yang diinginkan adalah bagian dari campuran yang tidak menguap, maka prosesnya disebut pengentalan dengan penguapan

Contoh Distilasi

Air murni dapat dipisahkan dari air asin dengan cara penyulingan. Air garam direbus untuk menghasilkan uap, tetapi garam tetap berada dalam larutan. Uap kemudian dikumpulkan dan dibiarkan dingin kembali ke dalam air bebas garam. Garam akan tetap berada di wadah aslinya.

Baca Juga : Pengertian Transaksi

Demikian untuk penjelasan artikel Penyulingan semoga bermanfaat bagi anda semua, semoga tidak bosan mengunjungi blog.malavida.co.id, saya ucapkan banyak terimakasih.

About the Author: Susi Suantika

/* */