Iklim Oldeman: Pengertian, Konsep, Manfaat, Contoh dan Klasifikasi

Iklim Oldeman – Di Indonesia bahkan sampai seluruh dunia secara mempunyai kriteria dalam klasifikasi iklim yang berdasarkan dari perhitungan bulan dan penelitian dengan batasan dari efektif juga kebutuhan tanaman yang terdapat di muka bumi.

Dalam klasifikasi dihubungkan antara iklim dengan pertanian sangat mempunyai unsur dalam membuat tipe-tipe iklim.

Pengertian Iklim Oldeman

Iklim Oldeman

Iklim Oldeman merupakan hasil pengklasifikasian berdasarkan kriteria dari berbagai tutupan pada bulan-bulan antara lain bulan kering dan bulan basah atau dengan kata lain merupakan bulan hujan yang diturunkan secara berurutan.

Hal ini tergolong klasifikasi bahkan memiliki kriteria yang sering digunakan dalam pembuatan sistem baru yang dihubungkan dengan menggunakan unsur iklim hujan. Karena kriteria ini berdasarkan kriteria bulan basah dan bulan kering.

Dalam menghitung bulan basah dan bulan kering terdapat batasan peluang kebutuhan air atau tanaman, namun klasifikasi ini tetap berguna untuk keperluan lahan pertanian dan menciptakan sistem baru berdasarkan berbagai konsep.

Apa Manfaat Iklim Oldeman?

Dari beberapa penjelasan di atas, sebagian besar berperan penting dalam iklim Oldeman ini, yaitu sebagai fungsi ekonomi bagi tumbuhan dan manusia.

Jadi Oldeman menjadi sangat penting bagi tumbuhan dan memiliki beberapa manfaat bagi semua ekosistem di permukaan bumi.

Manfaat iklim Oldeman adalah sebagai berikut:

  1. Tinggal di daerah yang memiliki iklim yang baik karena memiliki udara yang nyaman
  2. Mampu melakukan kegiatan di bidang pertanian dan perikanan
  3. Pengaruh perbedaan dalam hal pangan, sandang, papan, aktivitas dan kebutuhan hidup lainnya
  4. Hidup manusia lebih bahagia karena tidak terlalu panas
  5. Dapat menjalankan bisnis transportasi yang cukup banyak karena cuaca sangat diperlukan bagi manusia
  6. Dapat mempengaruhi produksi pertanian
  7. Cocok untuk tanaman seperti karet, kelapa sawit, cengkeh, dan juga pala.
Baca Juga :  Pengertian Audit Sistem Informasi Menurut Para Ahli - Tahap & Tujuan

Cara ini lebih modern karena memperhitungkan unsur radiasi matahari yang berhubungan dengan kebutuhan air oleh tanaman.

Memahami Konsep Iklim Oldeman

  • Konsep Bulan Basah (BB): Bulan dengan curah hujan rata-rata lebih dari 200 mm di atas permukaan laut
  • Konsep Bulan Basah (BL): Bulan dengan curah hujan rata-rata sekitar 100-200 mm dari permukaan tanah
  • Konsep bulan kering (BK): Bulan dengan curah hujan rata-rata kurang dari 100 mm dari permukaan rawa.

Oldeman telah memperoleh hasil klasifikasi iklim sehingga dapat digunakan untuk melakukan kegiatan pertanian seperti pada awal masa tanam dan intensitas tanam.

Inilah Klasifikasi Iklim Oldeman

Kriteria yang terdapat dalam klasifikasi iklim ini didasarkan pada perhitungan dengan batasan kebutuhan tanaman, sehingga iklim ini digunakan pada bulan-bulan tertentu yang telah didasarkan pada peruntukan zona agroklimat.

Kategori iklim Oldeman untuk penentuan iklim menggunakan pembagiannya berdasarkan jumlah bulan basah dan bulan kering dan juga bulan lembab.

A. Tipe Utama Iklim Oldeman

  • Tipe Iklim A = jika ada lebih dari 9 bulan basah secara berturut-turut
  • Tipe Iklim B = jika ada 7 – 9 bulan basah secara berturut-turut
  • Tipe Iklim C = jika ada 5 – 6 bulan basah secara berturut-turut Iklim D = jika ada 3 – 4 bulan basah berturut-turut
  • Tipe Iklim E = jika ada < 3 bulan basah secara berturut-turut

B. Sub Tipe

  • Sub Tipe1 = bulan kering berjumlah < atau = 1
  • Sub Tipe2 = bulan kering 2 -3 kali
  • Sub Tipe3 = bulan kering 4 – 6 kali
  • Sub Tipe4 = > 6 bulan kering

Tipe yang terdapat pada kategori ini teleh di klasifikasikan lalu dalam iklim ini menggunakan ketentuan zona yang panjang dengan periode bulan kering dan bulan basah dalam divisinya berlandaskan bulan kering yang berturut- turut.

C. Zona Oldeman

  1.  Zona A1, A2 Sesuai untuk budidaya padi terus-menerus tetapi produksinya rendah, karena kerapatan fluks matahari pada sepanjang tahun.
  2. Zona B1 Sesuai dengan perencanaan awam musim tanam yang baik dilaksanakan pada saat musim kemarau.
  3. Zona B2 Dapat dibudidayakan setahun sekali dengan varitas umur yang pendek.
  4. Zona C1 Budidaya padi 2 kali dalam 1 tahun nya.
  5. Zona C2, C3, C4 tetapi tanam palawija harus waspada karena jatuh disaat musim kering.
  6. Zona D1 memiliki umur yang pendek dengan panen yang sesuai.
  7. Zona D2, D3, D4 Memungkinkan sekali tanam palawija, sesuai dari kestabilan irigasi.
  8. Zona E Wilayah ini sangat tandus dan juga kering, karena tidak adanya turun hujan.
Baca Juga :  Pengertian Perilaku Konsumen

Dari beberapa Zona kriteria tersebut maka kita dapat membuat klasifikasi tipe iklim di suatu daerah tertentu yang mempunyai cukup banyak hujan dan dapat dipakai sebagai lahan pertanian sehingga dapat memperoleh hasil jumlah yang banyak.

Baca Juga:

Demikian yang dapat kami sampaikan dalam penulisan artikel tentang Iklim Orang Tua ini secara lengkap, semoga dapat memberikan referensi dan juga dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih

About the Author: Hanny Yulinda

/* */