Prasasti Yupa

2 min read

Prasasti Yupa – Salah satu sebuah peninggalan sejarah tertua di Kerajaan Kutai. Objek dalam sejarah ini adalah sebuah bukti yang terkuat dari kerajaan Hindu yang berlabuh di negara Kalimantan.

Penemuan tujuh dalam sebuah prasasti itu yakni didahului dengan penemuan empat prasasti di Bukit Beubus Muara Kaman di pedalaman Sungai Mahakam pada tahun 1879.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai Prasasti Yupa. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Bagaimanakah Sejarah Prasasti Yupa ?

Prasasti Yupa

Prasasti Yupa merupakan salah satu sebuah peninggalan dalam sejarah tertua di wilayah Kerajaan Kutai. Objek dalam sebuah sejarah ini adalah sebagai adanya suatu bukti terkuat dari kerajaan Hindu yang berlabuh di negara Kalimantan.

Pengertian Yupa tersebut merupakan adanya sebuah monumen batu atau monumen yang dapat berfungsi untuk adanya peringatan terhadap kejayaan hati Raja Mulawarman.

Prasasti Yupa menunjukkan bahwa dalam sebuah Kerajaan Kutai terletak di hilir Sungai Muara Kaman di wilayah Kalimantan Timur. Akan tetapi, Yupa tidak mengatakan dalam kapan kerajaan Kutai pertama kali akan didirikan.

Sejarawan telah memperkirakan bahwa sekitar tahun 400 M adalah sebuah hasil dari kesimpulan peneliti sejarah yang konsisten dengan tulisan suci yang terkandung dalam Yupa.

Tujuh Yupa ditulis dalam aksara Pallawa Awal dalam bahasa Sansekerta. Prasasti itu mungkin telah diciptakan oleh para Brahmana untuk mengenang kebaikan dan perbuatan mulia Mulawarman, raja kerajaan Kutai. Ketujuh prasasti ini adalah catatan tertulis tertua dalam sebuah sejarah terhadap budaya negara Indonesia.

Baca Juga :  Asal Usul Tembok Cina

7 Bukti Peninggalan Tertulis Tertua

Bukti Peninggalan Tertulis

Terdapat beberapa bukti dalam prasasti ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. D.2a (Muarakaman I)

Yupa Muarucu I telah mengukir sekitar 12 baris di satu sisi tersebut. Isinya garis keturunan Raja Mulawarman. Pada awal tulisan itu dapat dikatakan bahwa seorang yang bernama Sri Maharaja Kundungga memiliki tiga anak dengan putra Aswawarman.

Di antara dalam ketiganya, Mulawarman memainkan sebuah peran penting, raja yang kuat, baik, dan kuat.

2. D.2b (Muarakaman II)

Prasasti Muarucu II terdiri atas sekitar 8 baris yakni terdapat sebuah tulisan yang diukir di bagian depan. Keadaan prasasti saat ini terpelihara dengan baik dan masih dapat dibaca.

Hanya saja ada bintik-bintik putih di baris ke-6 sampai ke-7. Ada juga bintik-bintik putih di bagian belakang prasasti tersebut.

3. D. 2c (Muarakaman III)

Prasasti Muarucu III terdiri atas 8 baris. Meskipun dalam sebuah prasasti tersebut dengan saat ini dalam kondisi baik dan tulisannya telah terbaca, ada bintik-bintik putih di wilayah bawah prasasti tersebut.

Isi dalam sebuah prasasti telah menyebutkan kebaikan dan ukuran Raja Mulawarman, raja yang agung dan sangat mulia. Kebaikan ditunjukkan dengan memberi sedekah. Atas dasar ini, para Brahmana mendirikan monumen (yupa) untuk tanda peringatan.

4. D. 2d (Muarakaman IV)

Prasasti tersebut yakni terdiri sekitar 11 baris di bagian depan. Surat-surat tidak lagi terbaca karena sudah usang, tetapi kop surat masih terlihat. Ada banyak bintik-bintik putih di bagian bawah prasasti, sementara beberapa bintik-bintik kekuningan dan putih dapat dilihat di bagian belakang.

5. D.175 (Muarakaman V)

Prasasti tersebut terdiri atas 4 baris yang telah terukir di wilayah depan prasasti. Dalam aksara tersebut yakni masih terbaca, tetapi ada titik putih di salah satu karakter. Ada banyak sebuah bintik-bintik coklat gelap di bagian bawah prasasti.

Baca Juga :  Sumber-Sumber Sejarah

6. D.176 (Muarakaman VI)

Prasasti diukir di bagian depan dan terdiri dari 8 baris teks. Sisi atas dan kiri prasasti rusak, sehingga beberapa kata hilang di akhir baris tertentu. Keadaan prasasti telah terpelihara dengan baik dan tulisan tersebut yakni dapat terbaca.

7. D.177 (Muarakaman VI)

Prasasti tersebut terdiri sekitar 8 baris di bagian depan. Kondisinya saat ini tidak baik dan skripnya usang. Beberapa karakter di baris 4, 5 dan 7 tidak lagi dapat dibaca. Selain mengenakan, ada bintik-bintik putih dan coklat gelap di bagian belakang prasasti. Inventarisasi Prasasti Yupa Nomor D.177 saat ini terletak koridor dibagian barat laut taman, bangunan lama dalam sebuah Museum Nasional.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Prasasti Yupa beserta peninggalannya. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.

Air Terjun Niagara

Hanny Yulinda
1 min read

Penemu Radio Pertama

Hanny Yulinda
1 min read